Artikel
  • Register

Disfungsional Family dan Narkoba

Berdasarkan beberapa proses asesmen yang dilakukan, banyak permasalahan pengguna narkoba berawal dari lingkungan terdekatnya seperti keluarga. Peran keluarga seperti ayah, ibu, saudara dan yang lainnya, cukup penting bagi setiap orang, termasuk pengguna narkoba. Banyak keluarga yang mengalami masa dimana keberfungsiannya terganggu karena beragam jenis tekanan. Pada keluarga yang mengalami ke-kurang-berfungsian dengan baik (dysfungsional family), biasanya masalah cukup berat dan keinginan anak tidak terpenuhi.

Beberapa orangtua kurang mampu berfungsi dengan baik sehingga membiarkan anaknya menghadapi masalah sendiri. Sementara itu terdapat pula orangtua yang berfungsi secara berlebihan dengan tidak membiarkan anaknya berkembang dan menjadi dirinya sendiri. Beberapa orangtua lain juga tampak tidak konsisten atau juga terdapat orangtua yang melakukan kekerasan dengan perilaku yang tidak tepat (Benton, 1993). Selanjutnya, Benton (1993) juga menjelaskan secara terperinci, beragam jenis keluarga yang mempengaruhi perilaku anak menjadi kurang tepat yaitu :

  1. Orangtua yang tidak sempurna, dapat berupa berbagai jenis misalnya sakit fisik, sakit mental maupun ketiadaan. Pada keadaan ini, anak menggantikan peran orangtua untuk bertanggung jawab terhadap beberapa tugas orangtua di usia dini;
  2. Orangtua yang memegang control berlebih, dimana orangtua tidak mampu memberikan kesempatan kepada anaknya untuk memegang tanggungjawab yang tepat pada usianya. Biasanya orangtua dengan jenis ini memiliki ketakutan yang berlebih akan terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan dari anak mereka.  Anak kemudian mengembangkan perasaan marah, tidak mampu dan tidak memiliki kekuatan;
  3. Orangtua pengguna alkohol atau adiksi, keluarga dengan jenis ini lebih rumit dan tidak dapat diprediksi. Aturan yang berlaku cenderung berubah-ubah, janji tidak ditepati, ekspektasi yang berubah-ubah, dan sikap orangtua yang berbeda dan berubah. Hal ini juga disertai dengan kecilnya kemungkinan anak untuk mengekspresikan emosi, sehingga anak dibiarkan merasa tidak aman, frustasi dan marah;
  4. Orangtua yang melakukan penyalahgunaan secara verbal, fisik maupun seksual.  Keluarga dengan jenis orangtua ini membutuhkan bantuan dari luar lingkungan keluarga untuk mendukung anak tetap berada pada keadaan yang sehat dan tidak meniru sikap negatif orangtuanya.

Pemberian intervensi psikologis tentu disesuaikan dengan akar permasalahan yang dialami pengguna narkoba. Apabila hasil asesmen menunjukkan bahwa keluarga kurang berfungsi dengan baik, maka yang harus menjalani proses terapi bukan hanya pengguna narkoba (residen), tapi harus melibatkan seluruh anggota keluarga. Dalam psikologi dikenal dengan istilah family therapy. Dalam jurnal yang dikeluarkan oleh Center for Substance Abuse Treatment, family therapy dapat diterapkan pada semua pengguna narkoba (narkoba jenis apapun), termasuk pengguna dengan dually diagnosed (diagnosa ganda), penyalahguna obat bius serta klien HIV yang disertai dengan penyalagunaan narkoba (Adhesatya, S.Psi & Khabibah , S.Psi)

Kedudukan, Tugas Pokok, dan Fungsi

Tanggal 31 Oktober 1974 diresmikan oleh Ibu Tien Suharto, realisasi Bakolak Inpres No: 6 Tahun 1971 sebagai Pilot Project DKI Jakarta, dengan nama Wisma Pamardi Siwi yang berfungsi sebagai tahanan wanita & anak-anak nakal sebelum diperkarakan / diajukan ke pengadilan.