Berita
  • Register

Materi Identifikasi Proses Relapse dalam Kegiatan Therapeutic Session Residen

Dalam proses rehabilitasi penyalahguna atau pecandu narkoba tidak hanya diharapakan pulih, namun setelah menyelesaikan program rehabilitasi diharapakan mampu mempertahankan kepulihannya. Pembekalan mengenai identifikasi  relapse (kekambuhan) pun  sangat penting bagi residen yang sedang menjalani program rehabilitasi.  Demikian materi mengenai Identifikasi Proses Relapse yang disampaikan dalam kegiatan Therapeutic Session oleh  Ismet dari RS. Dr. H Marzoeki Mahdi Bogor pada hari Selasa (19/1) di Gedung Serba Guna Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido Bogor.

Relapse (kekambuhan) erat kaitannya dengan dunia adiksi. Dalam penyalahgunaan narkoba kemungkinan relapse selalu ada selama pecandu masih hidup Relapse sendiri merupakan masa pengguna/pecandu kembali menggunakan narkoba. Banyak hal yang mengakibatkan seorang pecandu kembali menggunakan narkoba, salah satunya bergaul karib dengan pecandu aktif, status emosi yang negatif atau mengalami setres dan juga hal-hal yang mengingatkan pecandu pada narkoba yang sering digunakannya Pencegahan relapse merupakan satu elemen penting dalam program rawatan atau pemulihan. Oleh karena itu pencegahan relapse dapat diidentifikasi melalui faktor-faktor terjadinya relapse.

Kegiatan diawali pretest mengenai materi yang akan dibawakan kemudian dilanjutkan materi yaitu beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang pecandu akan kemungkinan terjadinya relapse setelah keluar dari rehabilitasi, yaitu perubahan sikap pecandu dimana pecandu tersebut tidak berpartisipasi pada recovery program serta merasa bahwa daily activity sangat membosankan dan dapat menimbulkan stres; kehilangan struktur rutinitas; kesulitan mengambil keputusan; hilangnya pilihan alternatif dalam mengatasi masalah, struktur sosial yang dibentuk mengalami kemunduran.

Residen antusias dan aktif mengikuti seminar tersebut. Berbagai pertanyaan pun menggulir demi satu pertanyaan baik residen baik female maupun male.  Diakhir seminar, dibagikan kembali post test kepada residen mengenai topik materi yang telah diberikan. Diharapkan dengan adanya seminar ini, residen dapat mengenali gejala-gejala relapse dan cara mengatasinya sehingga residen mampu mempertahankan kepulihannya untuk tidak kembali menggunakan narkoba.  

 

 

 

Kedudukan, Tugas Pokok, dan Fungsi

Tanggal 31 Oktober 1974 diresmikan oleh Ibu Tien Suharto, realisasi Bakolak Inpres No: 6 Tahun 1971 sebagai Pilot Project DKI Jakarta, dengan nama Wisma Pamardi Siwi yang berfungsi sebagai tahanan wanita & anak-anak nakal sebelum diperkarakan / diajukan ke pengadilan.